ASN Kaltim Wajib Patuh! Mobil Dinas Tak Boleh untuk Urusan Pribadi

Teks Foto : Ilustrasi mobil dinas.

Zonaikn.com, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, seperti pulang kampung saat Lebaran, mengunjungi tempat wisata, atau pergi ke pusat perbelanjaan.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa larangan ini telah diumumkan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, kepada seluruh ASN beberapa hari lalu. Aturan ini diberlakukan untuk memastikan mobil dinas digunakan sesuai fungsinya, seperti membantu layanan publik, termasuk mengantar orang sakit.

Bacaan Lainnya

“Pak Gubernur sudah menegaskan bahwa kendaraan dinas tidak boleh dipakai untuk mudik Lebaran. Mobil ini memiliki banyak fungsi penting bagi pelayanan masyarakat,” ujar Sri Wahyuni di Kantor BPK RI Perwakilan Kaltim, Jalan M Yamin, Samarinda, Rabu, 26 Maret 2025.

Selain itu, ia menambahkan bahwa kendaraan dinas juga dilarang digunakan untuk aktivitas pribadi di luar mudik, seperti pergi ke pusat perbelanjaan, pasar, atau tempat rekreasi. Jika ada ASN yang kedapatan menyalahgunakan kendaraan dinas, masyarakat bisa melaporkannya ke instansi terkait.

“Hingga saat ini belum ada laporan pelanggaran. Namun, jika ditemukan, silakan laporkan dan akan kami tindaklanjuti sesuai rekomendasi inspektorat,” tegas Sri Wahyuni.

Sementara itu, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menekankan bahwa kendaraan dinas merupakan fasilitas operasional untuk kepentingan pemerintahan dan dibeli menggunakan dana publik. Oleh karena itu, penggunaannya harus sesuai dengan tugas dinas, bukan kepentingan pribadi.

“Tolong dicatat, kendaraan dinas tidak boleh digunakan untuk mudik, kecuali untuk kepentingan dinas, seperti pemantauan arus mudik,” katanya melalui konferensi virtual dari Mekkah dalam acara paparan kerja perangkat daerah beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Anggaran di Potong jadi 220 Miliar, Mahasiswa Ramai Keluhkan Hasil Skoring Beasiswa Kaltim Tuntas

“Jangan juga dipakai untuk liburan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *