Zonaikn.com, Samarinda – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSI Samarinda menegaskan sikapnya untuk tetap konsisten berada di sisi rakyat dan mengawal kepentingan masyarakat, menyusul polemik kegiatan bakti sosial (BAKSOS) yang dilakukan oleh Oknum yang mengatasnamakan Aliansi Mahakam bersama aparat kepolisian.
Ketua Umum DEMA UINSI Samarinda, Andriyan Dwi Saputra, menyatakan bahwa DEMA UINSI tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak berafiliasi dengan kegiatan tersebut. “Kami menghormati pilihan mahasiswa UINSI Samarinda dalam politik sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang hadir pada acara BAKSOS tersebut dan bukan representasi dari DEMA UINSI, kami menegaskan bahwa DEMA UINSI Samarinda tidak terlibat dalam BAKSOS yang diselenggarakan oleh Aliansi Mahakam bersama aparat kepolisian,” tegasnya.
DEMA UINSI menilai penting untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap kritis dan berpihak pada kepentingan publik. “Mahasiswa adalah pengawal nurani rakyat. Harus selalu fokus terhadap gerakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, tanpa intervensi pihak manapun,” lanjut Andriyan
Sikap ini diambil untuk merespons keresahan sebagian kalangan yang menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama aparat dapat memunculkan kerancuan posisi gerakan mahasiswa. DEMA UINSI Samarinda memastikan bahwa segala program dan aksi yang dilakukan tetap berlandaskan pada semangat perjuangan moral, keberpihakan pada rakyat, dan nilai-nilai keadilan sosial.
Dengan ini, DEMA UINSI Samarinda mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap memperkuat solidaritas perjuangan demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat.








