Kelompok Cipayung Paser Gelar Talkshow, Soroti Isu Kepemudaan dan KNPI

Suasana Talkshow Kepemudaan

Zonaikn.com, Paser – Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peran pemerintah dalam pengembangan kepemudaan di Kabupaten Paser menjadi perhatian serius berbagai elemen pemuda. Hal tersebut sejalan dengan rencana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan yang saat ini masih dalam tahap penyusunan, serta dibarengi dengan upaya rekonsiliasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kabupaten Paser.

Menyikapi kondisi tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bersama sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang tergabung dalam Kelompok Cipayung, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), menggelar Talkshow Kepemudaan bertema “Persatuan Pemuda atau Merawat Konflik???” pada Senin (15/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Second House, Jalan Union, Jone. Talkshow menghadirkan sejumlah tokoh dari Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur sebagai pembicara, di antaranya Zulfikar Yusliskatin selaku Anggota DPRD Kabupaten Paser, Achmad Syahruddin sebagai akademisi sekaligus unsur pemerintahan, serta Abdurrahman KA yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Melalui forum tersebut, Kelompok Cipayung berharap wakil rakyat dan akademisi mampu membaca persoalan kepemudaan hingga ke akar rumput serta melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi pemuda. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang dialektika bagi pemuda Paser yang menilai peran kepemudaan saat ini masih cenderung pasif. Di sisi lain, persoalan KNPI dinilai belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan pemuda akibat konflik kepentingan yang berkepanjangan.

Dalam penyampaiannya, Achmad Syahruddin yang merupakan salah satu dosen perguruan tinggi menilai bahwa kondisi pemuda saat ini relatif baik. Ia menegaskan bahwa konflik yang selama ini mencuat bukan berasal dari kalangan pemuda, melainkan dari kelompok usia di atas 30 tahun.

Baca juga :  Ancaman Demokrasi di Pilkada Kukar: Inkamben Edi Damansyah Ditengarai Melanggar Norma Hukum

“Jika melihat situasi malam ini, saya tidak melihat konflik di kalangan pemuda, melainkan terjadi pada mereka yang berusia di atas 30 tahun,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Cabang PMII Paser, Yarahman, berpendapat bahwa persoalan lama seperti konflik KNPI seharusnya tidak lagi menjadi isu utama yang terus direproduksi, mengingat hal tersebut bukanlah dinamika baru dalam dunia kepemudaan.

“Mempersoalkan KNPI artinya kita terjebak pada persoalan klasik. Bagi saya, KNPI hanya menjadi interior bagi pemuda, tetapi di dalamnya penuh muatan politik dan sarat kepentingan kelompok,” kata Yarahman.

Lebih lanjut, Yarahman menegaskan bahwa pemuda hari ini perlu mulai menuntaskan dinamika usang dengan memperkuat persatuan melalui kolaborasi, menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pemerintah, serta lebih fokus pada proses belajar dan berkarya di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Di akhir rangkaian acara, pada sesi closing statement, Zulfikar Yusliskatin bersama seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa forum-forum kepemudaan seperti talk show, diskursus, dan ruang dialog yang digagas Kelompok Cipayung perlu terus dihidupkan. Hal ini dinilai penting sebagai upaya merawat persatuan, mengembangkan pemikiran kritis, serta merumuskan langkah-langkah strategis pemuda dalam menyikapi dinamika sosial di sekitarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *