Manfaat Sarana Angkutan Umum Massal di Kota Balikpapan

Suriansyah Mahasiswa MAP Universitas Mulawarman 2025

Zonaikn.com, Sarana angkutan umum  Massal di Kota Balikpapan, seperti Balikpapan City Trans (BCT) memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan kota secara keseluruhan. Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga turut mengurangi kemacetan dan dampak lingkungan dari penggunaan kendaraan pribadi.

Mengurangi kemacetan dan emisi

Penerapan angkutan umum massal seperti BCT terbukti mampu menurunkan tingkat kemacetan di jalan-jalan utama Balikpapan. Studi menunjukkan bahwa perpindahan dari kendaraan pribadi ke bus umum dapat menurunkan kemacetan hingga 78,7 persen pada koridor tertentu. Selain itu, berkurangnya jumlah kendaraan pribadi turut mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara, menjadikan kota lebih ramah lingkungan.

Meningkatkan Kualitas Hidup dan Mobilitas

Kehadiran angkutan umum massal mempermudah akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Hal ini membuka ruang mobilitas yang lebih luas dan memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas dengan lebih lancar. Selain itu,kebiasaan menggunakan transportasi umum juga menjadi bagian dari gaya hidup urban yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Mendukung Pengembangan Kota

Angkutan umum massal mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dengan meningkatkan efisiensi transportasi dan memudahkan mobilitas pekerja, pelajar dan pelaku usaha. Pemerintah Kota Balikpapan terus mengembangkan sistem ini dengan menyiapkan jalur khusus dan bus tambahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan berbagai manfaat tersebut, angkutan umummassal di Balikpapan tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga langkah strategis menuju kota yang lebih maju, nyaman dan berkelanjutan.

 

Peran Pemerintah Kota Balikpapan

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan merupakan pelaku utama dalam pelaksanaan kebijakan sarana angkutan umum massal di kota tersebut. Pemkot Balikpapan, melalui Dinas Perhubungan, bertanggung jawab atas perencanaan, pengelolaan dan pengawasan layanan angkutan umum massal, termasuk program seperti Balikpapan City Trans (Bacitra) dan inovasi B-Connect. Pemkot bertanggungjawab atas pengembangan infrastruktur, operasional, dan integrasi transportasi umum untuk mengatasi kemacetan, sesuai Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Transportasi. Dishub mengoordinasikan skema Buy The Service (BTS) dengan Kementerian Perhubungan, memastikan layanan gratis sementara sambil menyusun tarif terjangkau seperti Rp4.500 untuk umum dan Rp 2.000 untuk pelajar  dan lansia.

Baca juga :  Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob, Prabowo Sampaikan Belasungkawa

Ditulis oleh: Suriansyah Mahasiswa MAP Universitas Mulawarman 2025

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *