Zonaikn.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi retribusi dan pajak daerah.
Kepada awak media, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkapkan, langkah ini dinilai penting untuk dilakukan. Mengingat adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.
Rudy menegaskan, daerah tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat, melainkan harus lebih mandiri dan proaktif mencari sumber pendapatan lain.
Salah satunya melalui penguatan pengelolaan aset daerah dan sektor pajak yang potensinya masih besar.
“Untuk mengoptimalkan aset, kita bisa bekerja sama dengan BUMD maupun pihak swasta lainnya,” ungkapnya, pada Selasa (30/9/2025).
Orang nomor di Kaltim itu juga menyebutkan, pajak bahan bakar dan pajak alat berat sejauh masih menjadi sektor andalan yang akan digarap lebih serius.
Selain itu, kata dia, pada Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) juga terus menunjukkan tren cukup positif.
Berdasarkan data Bapenda, realisasi PKB hingga September 2025 telah mencapai Rp577,3 miliar atau 57,74 persen dari target Rp1 triliun. Sementara realisasi BBNKB tercatat Rp497,9 miliar atau 47,42 persen dari target Rp1,05 triliun.
“Terima kasih masyarakat Kaltim yang telah tertib dan patuh membayar pajak. Dengan capaian ini, saya optimistis target PAD tahun 2025 bisa tercapai hingga akhir tahun,” tandasnya.








