Zonaikn.com, PENAJAM – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Syahrudin M Noor, menanggapi wacana pemisahan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilu daerah.
Dalam wawancara, Syahrudin menyebut wacana tersebut tengah berkembang, dengan skema pemilu daerah dan pemilu nasional dilaksanakan dalam paket yang berbeda.
Menurutnya, pemilu daerah nantinya mencakup pemilihan legislatif daerah dan kepala daerah. Sementara pemilu nasional mencakup pemilihan anggota DPD, DPR RI serta Presiden.
“Kalau sistemnya pemilu itu pemilu daerah dan pemilu nasional, ya enak juga kalau seperti itu. Ada pemilu daerah, legislatif dan kepala daerah diatur sendiri. Pemilu nasional, DPD, DPR RI dan Presiden, itu paket sendiri,” kata Syahrudin.
Ia juga menyinggung adanya wacana mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah. Dalam pembicaraan yang diterimanya, terdapat gagasan kepala daerah kabupaten/kota dipilih DPRD, sedangkan gubernur dipilih Presiden.
Namun, Syahrudin tidak memberikan penilaian lebih jauh mengenai skema tersebut dan menyebutnya masih sebagai wacana.
Menurutnya, perubahan sistem pemilu harus mempertimbangkan kondisi daerah dan mekanisme yang paling tepat untuk diterapkan.
Pembahasan mengenai sistem pemilu tersebut, kata dia, pada akhirnya perlu melihat aturan yang ditetapkan pemerintah dan perkembangan pembahasan di tingkat nasional. (Adv/Lln)








