Antrean Truk di SPBU Mengular, DPRD PPU Soroti Distribusi BBM

Teks foto: Antrean kendaraan di SPBU.

Zonaikn.com, PENAJAM – Antrean panjang kendaraan, terutama truk, yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menjadi perhatian DPRD.

Wakil Ketua I DPRD PPU, Syahrudin M Noor, meminta pemerintah bersama Pertamina mengevaluasi pola distribusi bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi, untuk memastikan pasokan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Syahrudin, penggunaan sistem barcode dan kartu pembelian seharusnya dapat membantu mengendalikan distribusi.

Namun, antrean kendaraan yang masih terjadi menunjukkan perlunya evaluasi lebih lanjut.

“Padahal sudah ada barcode dan kartu. Tapi kenapa masih seperti ini?” ujar Syahrudin, Selasa (1/9).

Ia meminta pengawasan diperketat untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran BBM. Apabila ditemukan indikasi penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, Syahrudin mendorong aparat penegak hukum mengambil tindakan sesuai ketentuan.

“Kalau memang ada oknum nakal atau penimbunan, itu harus ditindak karena ada undang-undangnya,” tegasnya.

Selain distribusi, DPRD PPU menilai besaran kuota BBM perlu kembali dihitung.

Tingginya mobilitas kendaraan dari luar daerah turut memengaruhi kebutuhan BBM di PPU yang berada pada jalur lintasan antardaerah.

“PPU ini jalur lintas antardaerah. Orang dari Banjarmasin, Kalteng, sampai daerah lain lewat sini semua. Itu juga harus dihitung,” katanya.

Syahrudin juga meminta antrean kendaraan, khususnya truk, tidak dibiarkan memenuhi kawasan pusat pemerintahan.

Menurutnya, diperlukan lokasi atau pola antrean yang lebih teratur agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas.

“Kalau memang mau antre, harus diatur di lokasi lain supaya tidak merusak wajah kota,” ujarnya.

Baca juga :  DPRD PPU Dorong Perluasan Jargas, Tekan Ketergantungan Warga pada Elpiji

Untuk mengurangi kepadatan antrean, DPRD PPU turut mendorong penambahan SPBU di sejumlah wilayah yang membutuhkan.

Dengan bertambahnya titik pelayanan, distribusi BBM diharapkan lebih merata dan beban pada SPBU tertentu dapat berkurang.

“Kalau ada investor mau buka SPBU lagi ya silakan, supaya antrean bisa berkurang,” pungkas Syahrudin. (Adv/Lln)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *