Zonaikn.com, PENAJAM – Kontingen Penajam Paser Utara (PPU) akan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII di Kabupaten Paser pada November 2026.
Ketua DPRD PPU Raup Muin meminta keikutsertaan daerah tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang berhasil dikumpulkan.
Menurut Raup, Porprov kali ini seharusnya dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana pembinaan atlet di PPU berjalan. Karena itu, ia mendorong agar atlet-atlet yang tampil benar-benar merupakan hasil pembinaan daerah.
Raup menilai penggunaan atlet dari luar daerah hanya demi mengejar perolehan medali tidak akan banyak memberikan manfaat bagi perkembangan olahraga PPU dalam jangka panjang.
“Kalau kita bawa atlet dari luar, rasa-rasanya kita tidak percaya diri. Jadi kalau kita terlibat di Porprov nanti, apapun hasilnya, itulah murni hasil dari perjuangan,” ucap Raup, Jumat (4/9).
Ia mengatakan raihan medali memang penting, namun keberhasilan tersebut seharusnya menjadi gambaran dari kualitas pembinaan yang dilakukan daerah.
Dengan mengandalkan atlet lokal, PPU dapat mengetahui cabang olahraga mana yang sudah berkembang dan bagian mana yang masih membutuhkan pembenahan.
“Jangan kita mengejar angka hanya untuk juara satu dan dua, tetapi pada akhirnya tidak ngepek. Kita harus melihat hasil pembinaan atlet lokal kita sendiri,” tambahnya.
Karena itu, Raup tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada para atlet maupun pengurus cabang olahraga dengan memasang target yang terlalu tinggi.
Persaingan pada Porprov Kaltim dipastikan cukup ketat karena seluruh kabupaten/kota akan membawa kekuatan terbaiknya.
Ia berharap kontingen PPU tetap mampu menunjukkan daya saing dan tidak berakhir sebagai penghuni posisi terbawah klasemen.
Bagi Raup, hasil tersebut harus diterima sebagai bagian dari proses pembinaan yang sedang berlangsung.
“Targetnya tidak peringkat 1 dari bawah. Tetap berjuang maksimal agar PPU dapat bersaing di papan tengah dan terhindar dari posisi juru kunci,” tutur Raup.
Lebih jauh, pelaksanaan Porprov dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pengurus olahraga.
Hasil pertandingan nantinya dapat digunakan untuk melihat efektivitas program latihan, kualitas atlet binaan, hingga kebutuhan pembinaan pada masing-masing cabang olahraga.
Raup juga mengingatkan agar persiapan kontingen tidak hanya berfokus pada latihan dan pertandingan.
Kebutuhan pendukung atlet seperti logistik, konsumsi hingga peralatan yang diperlukan selama mengikuti Porprov harus dipastikan dapat terpenuhi dengan baik.
Terlebih dengan kondisi anggaran yang terbatas, pengelolaan kebutuhan kontingen harus dilakukan secara cermat.
Penyesuaian anggaran, menurutnya, jangan sampai mengganggu kebutuhan dasar atlet selama menjalankan tugas membawa nama PPU.
Ia pun meminta seluruh atlet dan pengurus cabang olahraga menjaga sportivitas selama bertanding.
Apa pun hasil akhirnya, perjuangan atlet lokal di Porprov Kaltim VIII diharapkan menjadi pijakan untuk memperbaiki pembinaan olahraga PPU pada ajang-ajang berikutnya. (Adv/Lln)








