Zonaikn.com, KUTAI BARAT – Persiapan tim sepak bola Kutai Barat menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 memasuki tahap pemusatan latihan. Setelah menjalani TC mandiri, para pemain kini dikumpulkan di Rumah Dinas Bupati Kutai Barat untuk menjalani latihan secara terpusat.
Ketua Askab PSSI Kutai Barat Teddy Rakhmat sekaligus Manajer tim sepak bola, mengatakan pemusatan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan tim menuju Porprov Kaltim 2026. Para pemain mendapatkan tempat tinggal, makanan rutin, serta jadwal latihan yang lebih teratur selama menjalani TC.
Teddy menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kutai Barat Frederick Edwin atas dukungan yang diberikan kepada cabang olahraga sepak bola. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sejauh ini dirasakan dalam bentuk bantuan moril maupun materil.
“Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, atas seluruh support sejauh ini kepada cabor sepak bola,” kata Teddy.
Ia menilai dukungan tersebut memberikan ruang bagi tim sepak bola untuk mempersiapkan diri secara lebih serius. Fasilitas Rumah Dinas Bupati membuat para pemain dapat berkonsentrasi menjalani program latihan tanpa harus memikirkan kebutuhan tempat tinggal selama TC.
Teddy menegaskan dukungan pemerintah menjadi salah satu modal penting bagi sepak bola Kubar. Namun, Ia memastikan tim tetap akan bergerak dan mencari jalan keluar ketika menghadapi kendala dalam proses persiapan menuju Porprov.
“Kalau tidak bertemu dengan jalan, maka kami akan membuat jalan sendiri,” tegas Teddy.
Pernyataan tersebut menggambarkan tekad Askab PSSI Kubar untuk terus menjalankan program pembinaan dan persiapan tim. Menurut Teddy, keterbatasan dalam perjalanan menuju Porprov tidak boleh membuat tim kehilangan fokus terhadap target yang telah disiapkan.
Sebelum menjalani TC terpusat, para pemain lebih dulu mengikuti TC mandiri pada 11 Agustus hingga 11 September 2026. Latihan dilakukan di rumah masing-masing karena dana untuk pemusatan latihan belum turun.
Meski berlangsung secara mandiri, program latihan tetap mengikuti materi yang diberikan pelatih kepala. Para pemain menjalankan program tersebut sebagai bagian dari persiapan menuju pemusatan latihan yang lebih intensif.
TC terpusat kemudian dijadwalkan berlangsung pada 13 September hingga 13 November 2026. Setelah rangkaian latihan tersebut selesai, tim sepak bola Kubar dijadwalkan berangkat menuju Kabupaten Paser pada 16 November 2026.
Teddy mengatakan para pemain kini telah dikumpulkan di Rumah Dinas Bupati Kutai Barat. Kondisi tersebut membuat persiapan tim lebih terarah karena seluruh pemain berada dalam satu tempat dan mengikuti kegiatan berdasarkan jadwal yang telah disusun.
Selain tempat tinggal, kebutuhan makan para pemain juga diatur selama pemusatan latihan. Situasi tersebut membuat pemain dapat lebih fokus mengikuti latihan dan menjalankan instruksi dari tim pelatih.
Persiapan tim sepak bola Kubar secara keseluruhan direncanakan berlangsung sekitar tiga setengah bulan, mulai 10 Agustus hingga rangkaian Porprov selesai. Durasi panjang tersebut digunakan untuk membangun kondisi fisik, permainan tim, serta kesiapan mental bertanding.
PSSI Kubar juga mengambil langkah dengan merekrut pelatih profesional berlisensi B AFC, Fauzi Lamarauna atau Coach Zicko. Dia dipercaya menjadi pelatih kepala tim sepak bola Kubar untuk menghadapi Porprov Kaltim 2026.
Teddy mengatakan keputusan mendatangkan pelatih dari luar Kalimantan Timur dilakukan setelah mempertimbangkan pengalaman dan kemampuan kepelatihan. Lisensi B AFC yang dimiliki Fauzi menjadi salah satu pertimbangan untuk meningkatkan kualitas permainan tim.
“Kami mengambil keputusan ini sebagai upaya memaksimalkan prestasi sepak bola Kutai Barat di Porprov 2026. Kami ingin membangun tim yang solid, berkarakter, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Menurut Teddy, target persiapan tidak berhenti pada keikutsertaan di Porprov. Tim diharapkan mampu menunjukkan perkembangan permainan dan memberikan hasil terbaik bagi Kutai Barat dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Semenatara itu,Ketua KONI Kutai Barat Alsiyus juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap persiapan atlet sepak bola. Menurut dia, penyediaan fasilitas TC di Rumah Dinas Bupati memberikan manfaat besar bagi para pemain selama menjalani pemusatan latihan.
“Saya mau ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, yang sudah memperhatikan dan mau memberi bantuan berupa fasilitas tempat Training Camp (TC) di Rumah Dinas Bupati. Ini bantuan yang luar biasa,” kata Alsiyus.
Dia menilai dukungan pemerintah daerah dapat meningkatkan kepercayaan diri para atlet. Para pemain mendapatkan tempat latihan dan tempat tinggal yang teratur sehingga suasana pemusatan latihan dapat berlangsung lebih nyaman.
“Karena memberi tempat, membantu moril dan materil kepada atlet sepak bola Kutai Barat. Saya yakin atas dukungan pemerintah ini, sepak bola Kutai Barat ke depan akan bisa lebih maju dan berkembang,” ujarnya.
Alsiyus mengatakan suasana di lokasi TC juga terlihat positif. Para pemain disebut dapat mengikuti latihan dengan lebih bersemangat karena kebutuhan mereka selama pemusatan latihan telah disiapkan secara teratur.
“Mereka senang saya lihat di sini, keadaannya sangat luar biasa, teratur dan mereka bisa berlatih dengan sukacita. Semangat berlatih ketika dia dengan senang itu berbeda,” katanya.
Menurut Alsiyus, suasana latihan yang nyaman dapat membantu pemain menjalani materi yang diberikan pelatih. Kondisi tersebut juga menjadi bagian dari dukungan psikologis agar atlet mampu mempersiapkan diri menghadapi persaingan di Porprov.
KONI Kubar sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada cabang olahraga untuk mendukung persiapan. Bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan TC dan pembelian perlengkapan pertandingan.








